Archive for the ‘Dunia Kita’ Category

Valentine Bukan Budaya Kita

February 11, 2008
Valentine - Heart

Budaya Valentine Telah menjamur di seluruh pelosok negeri Indonesia, apakah di Indonesia sebagian masyarakat merayakan Valentine hanya ikut-ikutan atau sekedar menjaga gengsi, inilah perilaku masyarakat kita,

Pandangan Teologis.
Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.
.Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.
Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.

Mengenal Keampuhan Sholawat Nariyah

February 2, 2008

Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.

Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran syekh.

Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.

Inilah bacaan sholawat nariyah yang terkenal itu :

“Allohumma sholli shollatan kamilah wa sallim salaman. Taman ‘ala sayyidina Muhammadiladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawa iju wa tunna lu bihiro ‘ibu wa husnul khowatim wa yustaqol ghomawu biwaj hihil kariim wa ‘ala aalihi washosbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’luu mi laka ya robbal ‘aalamiin”

Artinya :

“Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam”//indospiritual.com/

MERAMAL ADALAH HARAM

February 2, 2008


Secara umum Meramal artinya melakukan suatu prediksi atau dugaan dan dalam dunia ilmiah istilah ini lebih populer disebut sebagai hipotesa. Sebagai sebuah prediksi tentu saja kita tidak bisa menghakiminya sebagai hal yang terlarang apalagi sesat. Prediksi atau ramalan bukan berupa nilai yang pasti sehingga hasilnya bisa benar dan bisa juga salah, tergantung seberapa akurat data-data yang diolah sebelum akhirnya menjadi sebuah perkiraan (hipotesa). Allah sendiri berfirman dalam al-Qur’an bahwa sebuah teori, sebuah prediksi ataupun ramalan tidak akan bisa mengalahkan kebenaran yang sesungguhnya.

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dugaan saja. Sesungguhnya dugaan itu tidak bisa mengalahkan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. – Qs. 10 Yunus : 36

Namun sangat disayangkan, akhir-akhir ini banyak manusia terjebak dalam memastikan hasil akhir dari dugaan yang sebenarnya masih bersifat kemungkinan (belum pasti). Dalam kalangan ilmuwan terdapat suatu kesimpulan bahwa apa yang telah dikatakan benar, sesungguhnya belumlah mutlak benar. Sesuatu hal adalah benar menurut anggapan (dugaan) relatif disuatu jaman karena pada periode berikutnya bisa saja terdapat bukti yang memperbaiki (dugaan) kebenaran sebelumnya, hingga apa yang kemarin telah benar, kini harus dirubah lagi, dan besok mungkin disempurnakan lagi. Tingkat keberhasilan dari penganalisaan ini harus selalu diukur dengan tahap persetujuan antara pernyataan dan kenyataan tentang sesuatu itu sendiri.

meramal ramalan peramalMempelajari ilmu ramal pada hakekatnya tidak terlarang selama masih dalam koridor teori kemungkinan, namun jika keluar dari teori itu dan masuk dalam dunia keabsolutan maka tentu saja akan menuai konfrontasi terbuka terhadap ajaran agama dan nilai-nilai keuniversalan nurani (kata hati).

Apa yang dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dengan ramalan cuacanya serta ilmuwan vulkanologi yang mengetengahkan ramalan terhadap meletusnya sebuah gunung atau akan munculnya gempa berkekuatan tertentu disuatu daerah adalah salah satu contoh ilmu ramal yang bisa dibenarkan, sebab mereka mempergunakan teknologi yang berdasarkan hasil karya akal pikiran dan memiliki tujuan agar masyarakat bisa mewaspadai akibat yang terjadi dari kejadian-kejadian tersebut.

Ustadz Firman mungkin bisa juga digolongkan sebagai paranormal, atau lebih tepatnya spiritualist. Namun sama sekali Ustadz Firman bungkam jika ditanya tentang masa depan. Ustadz Firman tidak seperti paranormal pada umumnya yang mau meramal setiap kali ada permintaan dari klien meskipun tidak ada jaminan ramalan itu selalu benar. Namun Ustadz Firman tetap menghormati dan menghargai teman paranormal lain yang punya kemampuan meramal dan bersedia meramal. Bagi Ustadz Firman masalah ramal-meramal adalah sah-sah saja dalam dunia paranormal. Memang ada ilmu-ilmu yang bisa dipelajari untuk meramal. Namun untuk pribadi, mohon dimaklumi, Ustadz Firman tidak bersedia meramal. Apa yang membuat Ustadz Firman diam adalah :

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari”. (Hadist Riwayat Muslim)

“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu mempercayai apa yang dia ramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .”  (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Artikel ini ditulis karena banyaknya orang yang salah paham tentang prinsip dan keyakinan yang dianut Ustadz Firman Langit. Beberapa orang meminta Ustadz Firman untuk meramalkan nasib, hasil pertandingan sepak bola dan sebagainya. Sungguh Ustadz Firman dengan repot harus menjelaskan masalah ramalan kepada mereka yang belum paham.

Kadang (dan tidak selalu) Ustadz Firman memang mendapatkan “pertanda” dan mengetahui berita-berita dari beberapa jin tentang suatu kejadian yang akan datang. Dulu Ustadz Firman sempat menjadi peramal, tapi hanya sebentar, sekitar 3 bulan. Setelah sadar akan bahaya meramal, Ustadz Firman berhenti total untuk mengatakan pengetahuannya kepada siapapun dan dalam kondisi apapun.

Islam melarang seseorang untuk meramal atau memperkirakan masa depan dengan cara-cara yang tidak ilmiah. Lain halnya jika meramalkan cuaca, maka itu sah-sah saja karena bedasarkan data fisik yang faktual. Oleh karena itu sedikitpun Ustadz Firman tidak bersedia meramal atau mengatakan sesuatu apapun tentang firasat, mimpi, dan pertanda yang dialami. Kalaupun Ustadz Firman mendapat pertanda melalui mimpi, ilham atau kabar dari makhluk gaib tentang suatu kejadian maka itu bukan karena kehendak Ustadz Firman. Informasi itu datang dengan sendirinya, dan Ustadz Firman menyakini sebagai kehendak Tuhan. Pengetahuan itu adalah “amanah” yang harus dijaga. Jangan sampai diri Ustadz Firman terjerumus menjadi peramal yang membanggakan ramalanya jika terbukti benar.

Kadang juga datang kepada Ustadz Firman bangsa jin yang mengetahui berita-berita gaib tentang kejadian ayang akan datang. Mereka tahu berita itu karena mencuri berita langit. Namun Ustadz Firman memilih mengabaikan berita itu, karena Ustadz Firman yakin meskipun omongan jin itu benar, pada suatu saat jin itu hanya akan menjerumuskan dan menyesatkan jika terlalu dipercaya.

Menurut Ustadz Firman, berhubungan dengan jin sama halnya berhubungan dengan preman atau mafia manusia, karena sebagian besar mereka licik dan jahat. Maka dari itu perlu kewaspadaan dan tingkatan ilmu yang tinggi untuk bisa tetap selamat menghadapi tipudayanya.

Sesungguhnya sebagian dari para peramal itu mendapatkan pengetahuannya dari kalangan jin. Padahal Jin sama juga seperti manusia, ada yang baik dan jujur, tapi lebih banyak yang penuh tipu muslihat menyesatkan. Proses datangnya “pengetahuan rahasia” dari Jin/Setan hingga kepada sebagian peramal sudah sangat jelas tersebutkan di dalam sebuha hadist berikut.

Dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

“Tatkala Allah telah menetapkan satu urusan di langit, para malaikat mengepak-ngepakkan sayap mereka untuk menunjukkan ketundukkan mereka terhadap firman Allah, seolah-olah firman Allah itu adalah rantai di atas gundukan tanah yang menembus diri mereka. Ketika hati mereka sudah demikian gentar, tiba-tiba mereka ditanya: “Apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?” Mereka menjawab: “Ia memfirmankan kebenaran belaka, sesungguhnya Dia Yang Maha Tinggi Lagi Maha Besar.” Maka kata-kata itu didengar oleh jin yang mencuri-curi kabar dari langit. Demikianlah berita-berita itu dioper secara estafet -Sufyan salah seorang perawi hadits ini memberikan gambaran dengan telapak tangannya– beliau menyilang-nyilangkan jari-jarinya. Lalu berita itu diberikan oleh pencuri berita itu kapada yang di bawahnya, kemudian diberikan lagi kepada yang dibawahnya, sampai terakhir hinggap di lisan ahli sihir atau peramal. Terkadang mereka sudah keburu disambar oleh bintang berekor sebelum sempat menyampaikannya. Terkadang mereka sempat menyampaikan kepada sang peramal sebelum sempat disambar oleh bintang berekor. Namun kemudian Jin membumbuinya dengan seratus kebohongan. Ia mengatakan: “Bukankan si Fulan telah mengatakan kepada kita demikian pada hari ini dan itu?” Secara bertepatan, sama dengan kata yang didengar dari berita langit.”

Jin dapat mendengar ucapan para malaikat kepada sesama malaikat adalah dengan takdir dari Allah. Dan itu adalah persoalan yang kongkrit, bukan berarti Jin mengetahui hal yang ghaib. Namun dengan satu kata yang didengarnya itu, Jin membumbuinya dengan seratus kebohongan. Seperti memberikan kabar bahwa si A akan melahirkan anak laki-laki, lalu si peramal mengabarkannya kepada orang banyak. Ternyata yang terjadi memang demikian, sehingga mereka merasa mantap dengan berita itu. Atau memberikan kabar bahwa si A akan menikah tahun sekian atau akan meninggal dunia tahun sekian, dan berbagai kejadian rinci sejenisnya. Dengan itu, orang banyak menjadi terpukau dan mendekatkan diri mereka kepadanya dengan memberikan banyak hadiah dan uang. Kebohongan itu akhirnya menjadi lahan pencariannya setelah orang banyak sudah merasa mantap terhadap omongannya, sehingga iapun mencari nafkah dengan cara yang haram pula.

 

sumber: http://mahaspiritual.com

SELAMAT JALAN BAPAK SUHARTO

January 28, 2008

SELAMAT JALAN PAK HARTO

SEMOGA SEGALA AMAL IBADAH BELIAU DITERIMA OLEH TUHAN YANG MAHA ESA DAN DITEMPATKAN DI SURGA. AMIN YA ALLOH.

Tetesan air mata dari berjuta rakyat indonesia mengiring kepergianmu, Kami rakyat Indonesia tidak pernah sama sekali membenci atau memendam rasa dendam, Tapi kami sebagai rakyat Indonesia mengucapkan seribu kata Terimakasih atas Jasa – jasamu untuk Negeri Kita Tercinta Ini, Terimakasih Pak Harto dan Selamat Jalan, Kami Rakyat Indonesia Bangga Padamu. 

Demi Sperma, Jauhkan Laptop dari Pangkuan

January 23, 2008



 

Memakai laptop sambil dipangku tampaknya tak menimbulkan pengaruh buruk. Namun hati-hati saja, bisa-bisa kesuburan Anda akan terganggu gara-gara menggunakan laptop.

Adalah para peneliti dari State University of New York, Amerika Serikat yang menyimpulkan bahwa panas yang dipancarkan laptop bisa meningkatkan resiko ketidaksuburan. Hal ini terjadi pada pria yang sering memakai laptop sembari dipangku.

“Pancaran panas laptop bisa meningkatkan temperatur kantung buah pelir secara signifikan,” ungkap pemimpin penelitian, Prof Yefim Sheynkin.

Penelitian selama satu jam ini melibatkan 29 pria sehat berusia antara 21 dan 35 tahun. Setelah suhu awal tubuh mereka diukur, pria-pria ini duduk. Sebagian memangku laptop menyala di pangkuan mereka dan sebagian lagi tidak.

Temperatur kantong pelir mereka pun diukur tiap tiga menit. Hasil akhirnya, mereka yang memakai laptop menyala temperatur kantung buah pelirnya meningkat sekitar 2,7 derajat celcius dari suhu normal. Peningkatan ini cukup untuk menyebabkan resiko ketidaksuburan karena bisa menurunkan jumlah sperma.

dari detikINET