Bebaskan Ibu Prita Mulyasari

June 11, 2009 by putra pamungkas

Mari kita dukung untuk kebebasan ibu Prita Mulyasari yang telah menjadi korban karena di tuduh mencemarkan nama baik Rumah sakit Omni Internasional Tangerang.

Ibu Prita Mulyasari tidak bersalah, justru yang di lakukan Ibu Prita Mulyasari dengan mengirimkan keluhannya selama menjadi pasien Omni, itu adalah suatu kewajaran dan sebuah kebenaran bukan suatu kesalahan.

KENAPA HARUS BBM?

June 1, 2008 by putra pamungkas

Lagi lagi bbm naik,sepertinya pemerintah semakin tidak kreatif. Semestinya pemerintah punya cara lain,karena kalau hanya mengandalkan bbm yang naik maka akan berdampak kenaikan harga yang lain dan angka kemiskinan semakin meningkat.

Pikiran Manusia, Kini Dapat Terbaca

March 10, 2008 by putra pamungkas

Ilmuwan California kini berhasil menciptakan metode yang memungkinkan manusia dapat membaca apa yang sedang dipikirkan oleh orang lain melalui bantuan sebuah sinyal.

Dilansir melalui AFP, Kamis (6/3/2008), perangkat yang diberi nama functional magnetic resonance imaging (FMRI) tersebut diperkenalkan oleh para neurosaintis dari Universitas California di Berkeley. FMRI merupakan sebuah non-invasive scanner yang mampu mendeteksi kecepatan alur darah ke otak. Sekaligus menghadirkan area otak yang dipicu oleh lampu, suara dan sentuhan.

Titik sasaran mereka adalah lapisan luar dari indra penglihatan manusia, bagian paling frontal di otak yang merekonstitusi gambar hasil kiriman retina. Berdasarkan data tersebut, tim ilmuwan membuat sebuah model komputasi melalui pola aliran darah yang tertangkap. Terdapat sekira 1,750 obyek gambar unsur kehidupan yang terpola untuk kemudian dapat ditampilkan.

Dengan menggunakan metode ini, program akan memindai gambar-gambar baru untuk memprediksi pola FMRI yang dimaksud melalui virtual cortex. Kemudian komputer akan mencocokkan ukuran aktivitas otak asli dengan ukuran aktivitas otak yang terprediksi. Lalu gambar yang cocok dengan ukuran tersebut akan dianggap sebagai hal yang ada dalam pikiran si objek.okezone

Mengembangkan Jiwa Entrepreneur

February 13, 2008 by putra pamungkas

Sebagai seorang profesional muda, jiwa entrepreneur perlu kita kembangkan. Mengembangkan bisnis sendiri sekaligus meniti karier di perusahaan bisa dijalankan bersamaan, asalkan kita smart memaksimalkan potensi.

Sebagai profesional muda, kita harus menentukan goal perjalanan karier kita. Namun, kita juga bisa menggali jiwa entrepreneur dalam diri kita. Mengelola bisnis sendiri sekarang sudah lumrah. Kalau itu untuk memaksimalkan potensi diri, kenapa tidak? Namun sebagai calon wirausahawan, hal yang perlu kita perhatikan tidak hanya modal finansial, tetapi juga modal non-finansial. Yang dimaksud dengan modal non-finansial adalah jiwa enterpreneur dalam diri kita cukup baik ataukah memulai bisnis karena emosional disebabkan tertekan bekerja di bawah kendali orang lain? Nah, sebelum membangun sebuah usaha, ada baiknya kita mempelajari kiat-kiat berikut ini.

HAL-HAL PENTING SEBELUM BERWIRAUSAHA

Memiliki pertimbangan matang.
Cobalah melihat analisis SWOT — Strength, Weakness, Opportunity, dan Treat. Keempat kriteria ini harus selalu mendasari setiap keputusan, termasuk memulai bisnis sendiri.

Berani ambil risiko.
Perlu keberanian yang luar biasa untuk berwirausaha. Jadi, jangan langsung tergiur untung besar. Yang penting Anda mau kerja keras.

Mampu membangun partnership dan mitra yang baik.
Salah satu faktor sukses bisnis adalah membangun partnership dan mitra bisnis. Hal ini bisa kita dapatkan dengan mengembangkan pergaulan di kantor atau juga di kehidupan sosial secara umum.

Libatkan orang yang Anda percayai, misalkan keluarga sendiri.
Apalagi jika Anda memulai bisnis dengan modal yang tidak besar. Melibatkan keluarga akan memperkecil risiko karena Anda sudah lebih kenal, jadi bisa lebih dipercaya. Namun, kita harus tetap profesional. Kita perlu selidiki anggota keluarga tersebut apakah ia memiliki kriteria yang kita harapkan atau tidak.

SAMBIL BERWIRAUSAHA

Bagaimana kita membagi waktu bila masih bekerja di sebuah perusahaan dan memiliki tanggung jawab, sementara harus mengendalikan perusahaan sendiri? Kedua bidang ini tidak boleh ada yang dikorbankan. Jam berapa kita harus bekerja di perusahaan, do the best. Lalu sisa waktu kita gunakan untuk mengendalikan bisnis sendiri. Yang pasti hal itu menuntut kita bekerja optimal. Memang sudah risiko kalau kita harus bisa bertanggung jawab dan profesional dalam dua bidang yang kita jalani. Namun, jangan melakukan hal-hal yang bisa mengganggu operasional kantor di perusahaan Anda. Jadi, jangan mencoba melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan dampak negatif. Kita harus ingat bahwa “dinding-dinding juga bertelinga”.

WIRAUSAHAWAN YANG EXPERT DI SEGALA BIDANG, BISAKAH?

Seorang profesional eksekutif tidak perlu mengetahui segala bidang dengan detail, tetapi cukup bisa membacanya. Kalau seorang wirausaha yang memimpin segala bidang harus expert dalam segala hal, misalnya dalam pembukuan, komputer, komunikasi, dan public relation, itu wasting time. Kita tidak punya waktu mempelajari dan melakukan semuanya. Tetapi jangan sampai kita tidak bisa membaca bidang tersebut. Kalau tidak bisa membaca, kelemahan kita akan bisa dimanfaatkan orang lain. Misalnya, komputerisasi. Mungkin kita tidak terlalu expert dengan software, tetapi kita tahu bahwa sekarang ada sistem baru. Kita hanya perlu expert dalam satu bidang dan cukup “tahu” bidang lainnya. Tidak mungkin seseorang ahli dalam beberapa bidang. Mungkin hanya satu atau dua bidang, tetapi yang satunya mungkin tidak sehebat yang pertama.

SANTUN BERWIRAUSAHA Semua wirausaha awalnya pasti selalu dimulai dengan belajar. Bisa dengan melihat-lihat usaha orang lain, bisa juga dengan belajar lewat buku. Seorang entrepreneur sejati tidak berhenti untuk belajar. Dunia bisnis selalu berubah dengan sangat cepat. Bisa jadi, bisnis produk tertentu tahun ini booming, tapi tahun depan malah anjlok. Jadi, kita perlu jeli melihat peluang. Namun kita perlu tahu aturan juga. Tidaklah etis jika kita meniru produk orang lain atau mencatut merek dagang mereka. Kreatiflah mencari cara-cara baru mengembangkan bisnis, tapi jangan sampai memakai segala cara hanya untuk meraup keuntungan.

Berbisnis sendiri berarti kita harus siap bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Kita pun harus berani melihat kelemahan diri dan disiplin untuk meningkatkan diri. Jadi, teruslah meningkatkan kemampuan.

Indayati Oetomo
Direktur Internasional John Robert Powers

Sumber 

Hobi ‘Clubbing’? Waspadai Kerusakan Pendengaran Permanen!

February 11, 2008 by putra pamungkas

Sebuah survei menyebutkan bahwa sembilan dari sepuluh orang menunjukkan tanda kerusakan pada alat pendengaran, setelah menghabiskan sepanjang malam mendengarkan musik keras di klub atau pub.

RNID, sebuah lembaga amal yang melakukan survei terhadap sembilan juta orang yang terancam menderita tuli atau mengalami gangguan pendengaran, mengatakan bahwa dampak musik keras itu beragam, antara lain gema di telinga atau ketidakmampuan mendengar dan hingga kini masih belum diketahui cara mencegah hal itu.

Menurut mereka, kekuatan suara dari musik rock yang disuguhkan untuk para penonton dapat mempunyai kekuatan hingga 125 desibel, dibandingkan dengan kekuatan suara sebesar 110 desibel pada seseorang di samping mesin bor hidup.

Ketua pelaksana RNID, Dr John Low, mendesak pemerintah menetapkan kadar kebisingan bagi penonton yang menghadiri konser musik atau tempat hiburan dengan musik keras.

“Kita semua terbiasa dengan pesan mengenai perilaku seks aman dan penggunaan krim pelindung kulit dari sinar matahari,” kata Low, “Namun kurangnya bimbingan mengenai bahaya musik keras berarti bahwa angkatan pencinta musik dapat mengadapi bom waktu berupa kekurangan pendengaran.”

“Paparan musik dengan volume tinggi secara rutin di klub, pub atau bar, merupakan cara mudah menyulut ’sumbu’ bom waktu tentang kadar kebisingan, yang dapat merusak pendengaran pengunjung untuk selamanya,” katanya.

Lebih dari separuh dari 1.381 orang disurvai mengatakan bahwa mereka mengunjungi bar setiap pekan, tempat mereka harus berteriak untuk dapat berbicara dengan orang lain agar perkataan mereka dapat didengar lawan bicaranya, karena musik sangat hingar-bingar.

Duapertiga di antara obyek survei menganggap bahwa kerusakan pendengaran tidak akan merusak mutu hidup mereka.

RNID mengatakan bahwa orang seharusnya mempertimbangkan menggunakan pelindung telinga khusus di klub, yang dapat mengurangi volume musik tanpa merusak mutu suara.

Selain itu, mereka juga harus beristirahat lima menit setiap satu jam mendengar musik bervolume tinggi dan berdiri jauh dari tempat pengeras suara untuk membantu melindungi telinga mereka.

Valentine Bukan Budaya Kita

February 11, 2008 by putra pamungkas
Valentine - Heart

Budaya Valentine Telah menjamur di seluruh pelosok negeri Indonesia, apakah di Indonesia sebagian masyarakat merayakan Valentine hanya ikut-ikutan atau sekedar menjaga gengsi, inilah perilaku masyarakat kita,

Pandangan Teologis.
Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.
.Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.
Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.

Mengenal Keampuhan Sholawat Nariyah

February 2, 2008 by putra pamungkas

Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.

Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran syekh.

Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.

Inilah bacaan sholawat nariyah yang terkenal itu :

“Allohumma sholli shollatan kamilah wa sallim salaman. Taman ‘ala sayyidina Muhammadiladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawa iju wa tunna lu bihiro ‘ibu wa husnul khowatim wa yustaqol ghomawu biwaj hihil kariim wa ‘ala aalihi washosbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’luu mi laka ya robbal ‘aalamiin”

Artinya :

“Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam”//indospiritual.com/

MERAMAL ADALAH HARAM

February 2, 2008 by putra pamungkas


Secara umum Meramal artinya melakukan suatu prediksi atau dugaan dan dalam dunia ilmiah istilah ini lebih populer disebut sebagai hipotesa. Sebagai sebuah prediksi tentu saja kita tidak bisa menghakiminya sebagai hal yang terlarang apalagi sesat. Prediksi atau ramalan bukan berupa nilai yang pasti sehingga hasilnya bisa benar dan bisa juga salah, tergantung seberapa akurat data-data yang diolah sebelum akhirnya menjadi sebuah perkiraan (hipotesa). Allah sendiri berfirman dalam al-Qur’an bahwa sebuah teori, sebuah prediksi ataupun ramalan tidak akan bisa mengalahkan kebenaran yang sesungguhnya.

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dugaan saja. Sesungguhnya dugaan itu tidak bisa mengalahkan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. – Qs. 10 Yunus : 36

Namun sangat disayangkan, akhir-akhir ini banyak manusia terjebak dalam memastikan hasil akhir dari dugaan yang sebenarnya masih bersifat kemungkinan (belum pasti). Dalam kalangan ilmuwan terdapat suatu kesimpulan bahwa apa yang telah dikatakan benar, sesungguhnya belumlah mutlak benar. Sesuatu hal adalah benar menurut anggapan (dugaan) relatif disuatu jaman karena pada periode berikutnya bisa saja terdapat bukti yang memperbaiki (dugaan) kebenaran sebelumnya, hingga apa yang kemarin telah benar, kini harus dirubah lagi, dan besok mungkin disempurnakan lagi. Tingkat keberhasilan dari penganalisaan ini harus selalu diukur dengan tahap persetujuan antara pernyataan dan kenyataan tentang sesuatu itu sendiri.

meramal ramalan peramalMempelajari ilmu ramal pada hakekatnya tidak terlarang selama masih dalam koridor teori kemungkinan, namun jika keluar dari teori itu dan masuk dalam dunia keabsolutan maka tentu saja akan menuai konfrontasi terbuka terhadap ajaran agama dan nilai-nilai keuniversalan nurani (kata hati).

Apa yang dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dengan ramalan cuacanya serta ilmuwan vulkanologi yang mengetengahkan ramalan terhadap meletusnya sebuah gunung atau akan munculnya gempa berkekuatan tertentu disuatu daerah adalah salah satu contoh ilmu ramal yang bisa dibenarkan, sebab mereka mempergunakan teknologi yang berdasarkan hasil karya akal pikiran dan memiliki tujuan agar masyarakat bisa mewaspadai akibat yang terjadi dari kejadian-kejadian tersebut.

Ustadz Firman mungkin bisa juga digolongkan sebagai paranormal, atau lebih tepatnya spiritualist. Namun sama sekali Ustadz Firman bungkam jika ditanya tentang masa depan. Ustadz Firman tidak seperti paranormal pada umumnya yang mau meramal setiap kali ada permintaan dari klien meskipun tidak ada jaminan ramalan itu selalu benar. Namun Ustadz Firman tetap menghormati dan menghargai teman paranormal lain yang punya kemampuan meramal dan bersedia meramal. Bagi Ustadz Firman masalah ramal-meramal adalah sah-sah saja dalam dunia paranormal. Memang ada ilmu-ilmu yang bisa dipelajari untuk meramal. Namun untuk pribadi, mohon dimaklumi, Ustadz Firman tidak bersedia meramal. Apa yang membuat Ustadz Firman diam adalah :

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari”. (Hadist Riwayat Muslim)

“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu mempercayai apa yang dia ramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .”  (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Artikel ini ditulis karena banyaknya orang yang salah paham tentang prinsip dan keyakinan yang dianut Ustadz Firman Langit. Beberapa orang meminta Ustadz Firman untuk meramalkan nasib, hasil pertandingan sepak bola dan sebagainya. Sungguh Ustadz Firman dengan repot harus menjelaskan masalah ramalan kepada mereka yang belum paham.

Kadang (dan tidak selalu) Ustadz Firman memang mendapatkan “pertanda” dan mengetahui berita-berita dari beberapa jin tentang suatu kejadian yang akan datang. Dulu Ustadz Firman sempat menjadi peramal, tapi hanya sebentar, sekitar 3 bulan. Setelah sadar akan bahaya meramal, Ustadz Firman berhenti total untuk mengatakan pengetahuannya kepada siapapun dan dalam kondisi apapun.

Islam melarang seseorang untuk meramal atau memperkirakan masa depan dengan cara-cara yang tidak ilmiah. Lain halnya jika meramalkan cuaca, maka itu sah-sah saja karena bedasarkan data fisik yang faktual. Oleh karena itu sedikitpun Ustadz Firman tidak bersedia meramal atau mengatakan sesuatu apapun tentang firasat, mimpi, dan pertanda yang dialami. Kalaupun Ustadz Firman mendapat pertanda melalui mimpi, ilham atau kabar dari makhluk gaib tentang suatu kejadian maka itu bukan karena kehendak Ustadz Firman. Informasi itu datang dengan sendirinya, dan Ustadz Firman menyakini sebagai kehendak Tuhan. Pengetahuan itu adalah “amanah” yang harus dijaga. Jangan sampai diri Ustadz Firman terjerumus menjadi peramal yang membanggakan ramalanya jika terbukti benar.

Kadang juga datang kepada Ustadz Firman bangsa jin yang mengetahui berita-berita gaib tentang kejadian ayang akan datang. Mereka tahu berita itu karena mencuri berita langit. Namun Ustadz Firman memilih mengabaikan berita itu, karena Ustadz Firman yakin meskipun omongan jin itu benar, pada suatu saat jin itu hanya akan menjerumuskan dan menyesatkan jika terlalu dipercaya.

Menurut Ustadz Firman, berhubungan dengan jin sama halnya berhubungan dengan preman atau mafia manusia, karena sebagian besar mereka licik dan jahat. Maka dari itu perlu kewaspadaan dan tingkatan ilmu yang tinggi untuk bisa tetap selamat menghadapi tipudayanya.

Sesungguhnya sebagian dari para peramal itu mendapatkan pengetahuannya dari kalangan jin. Padahal Jin sama juga seperti manusia, ada yang baik dan jujur, tapi lebih banyak yang penuh tipu muslihat menyesatkan. Proses datangnya “pengetahuan rahasia” dari Jin/Setan hingga kepada sebagian peramal sudah sangat jelas tersebutkan di dalam sebuha hadist berikut.

Dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

“Tatkala Allah telah menetapkan satu urusan di langit, para malaikat mengepak-ngepakkan sayap mereka untuk menunjukkan ketundukkan mereka terhadap firman Allah, seolah-olah firman Allah itu adalah rantai di atas gundukan tanah yang menembus diri mereka. Ketika hati mereka sudah demikian gentar, tiba-tiba mereka ditanya: “Apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?” Mereka menjawab: “Ia memfirmankan kebenaran belaka, sesungguhnya Dia Yang Maha Tinggi Lagi Maha Besar.” Maka kata-kata itu didengar oleh jin yang mencuri-curi kabar dari langit. Demikianlah berita-berita itu dioper secara estafet -Sufyan salah seorang perawi hadits ini memberikan gambaran dengan telapak tangannya– beliau menyilang-nyilangkan jari-jarinya. Lalu berita itu diberikan oleh pencuri berita itu kapada yang di bawahnya, kemudian diberikan lagi kepada yang dibawahnya, sampai terakhir hinggap di lisan ahli sihir atau peramal. Terkadang mereka sudah keburu disambar oleh bintang berekor sebelum sempat menyampaikannya. Terkadang mereka sempat menyampaikan kepada sang peramal sebelum sempat disambar oleh bintang berekor. Namun kemudian Jin membumbuinya dengan seratus kebohongan. Ia mengatakan: “Bukankan si Fulan telah mengatakan kepada kita demikian pada hari ini dan itu?” Secara bertepatan, sama dengan kata yang didengar dari berita langit.”

Jin dapat mendengar ucapan para malaikat kepada sesama malaikat adalah dengan takdir dari Allah. Dan itu adalah persoalan yang kongkrit, bukan berarti Jin mengetahui hal yang ghaib. Namun dengan satu kata yang didengarnya itu, Jin membumbuinya dengan seratus kebohongan. Seperti memberikan kabar bahwa si A akan melahirkan anak laki-laki, lalu si peramal mengabarkannya kepada orang banyak. Ternyata yang terjadi memang demikian, sehingga mereka merasa mantap dengan berita itu. Atau memberikan kabar bahwa si A akan menikah tahun sekian atau akan meninggal dunia tahun sekian, dan berbagai kejadian rinci sejenisnya. Dengan itu, orang banyak menjadi terpukau dan mendekatkan diri mereka kepadanya dengan memberikan banyak hadiah dan uang. Kebohongan itu akhirnya menjadi lahan pencariannya setelah orang banyak sudah merasa mantap terhadap omongannya, sehingga iapun mencari nafkah dengan cara yang haram pula.

 

sumber: http://mahaspiritual.com

Aku Bangga Jadi Anak Petani

February 2, 2008 by putra pamungkas



Dari sebuah sudut kota kecil di Timur Kota jogja, dengan hamparan persawahan luas nan hijau, pohon dan rerumputan, yang menjadi pemandangan utama, Disini aku terlahir dari keluarga petani sederhana, Tidak seperti hiruk pikuk keramaian di kota, disini hanya terdengar siulan burung, suara hembuasan angin menerpa dedaunan dan gemericik sungai, banyak orang bilang petani adalah oarang yang bodoh dan tidak berpendidikan, bagiku itu salah besar, justru Petanilah yang sesungguhnya mempunyai jiwa dan filosofi kemandirian untuk mencerdaskan bangsa, dari bertanilah orang tuaku mampu menjadikan aku seorang mahasiswa.

Kata – kata Motivasi

February 2, 2008 by putra pamungkas

Kata -kata Motivasi oleh Ilmuwan

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan.

- Thales -

Setelah menua, Thales ditanya tentang keadaannya. Dia menjawab, “Beginilah, aku mati secara perlahan-lahan.”

Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.

- Pythagoras -

Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, “Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.”

Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.

- Pythagoras -

Janganlah sekali-sekali engkau mempercayai kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba juga.

- Pythagoras -

Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.

- Pythagoras -

Jangan membanggakan apa yang telah engkau lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan diberikan hari esok.

- Pythagoras -

Sokrates dicela karena makan terlalu sedikit, maka dia menjawab,”Aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.”

Diceritakan kepada Sokrates, “Penduduk kota menertawaimu.” Dia menjawab, “Semoga tawa mereka itu semakin menyempurnakan diriku.”

Ada seorang raja yang berkata kepada Sokrates,”Apa yang membuatmu tidak mau menghadapku padahal engkau adalah budakku?” Sokrates menjawab,”Jika engkau jujur kepada dirimu, engkau pasti mengerti bahwa aku bukanlah budakmu.” Raja bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Sokrates menjawab, “Pernahkah engkau mengetahui bahwa diriku melakukan sesuatu atas dasar dorongan nafsu dan marah?” Raja menjawab, “Tidak.” Sokrates bertanya lagi, “Pernahkah engkau begitu?” Raja itu menjawab, “Pernah.” Sokrates berkata, “Saya menguasai nafsu dan marah, sementara keduanya menguasaimu. Jadi engkau adalah Budak dari budakku.”

Lalat mencari dan menempel pada tempat-tempat kotor dan menjauhi tempat-tempat yang sehat. Begitu juga orang-orang yang jahat. Mereka mencari kejelekan-kejelekan orang lain lalu menyebarkannya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikan orang lain dan tidak mau menyebutkannya.

- Sokrates -

Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata nista.

- Sokrates -

Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.

- Sokrates -

Bertutur-katalah yang baik atau lebih baik diam.

- Muhammad (salla-Allahu’alayhi was salaam) -

Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkannya.

- Sokrates -

Siapa orang yang paling rendah derajatnya? Sokrates menjawab, “Orang yang tidak percaya pada siapa pun dan tidak dipercaya oleh siapa pun.” Dan siapakah orang yang paling nista? Sokrates menjawab,”Orang yang dimintai maaf tapi tidak mau memaafkan.”

Jika orang yang tidak tahu tidak berbicara, maka perselisihan pasti hilang.

- Sokrates -

Kesejahteraan memberikan peringatan, bencana memberikan nasihat.

- Sokrates -

Mengapa engkau tidak mengkhwatirkan matamu yang terlalu banyak membaca? Sokrates menjawab,”Jika aku dapat menyelamatkan mata hatiku, maka aku tidak akan mempedulikan sakit mataku.”

Sokrates melihat seseorang sedang memukuli pembantunya dengan penuh kemarahan. Sokrates bertanya pada orang itu,”Mengapa engkau memukulinya? Orang itu menjawab,”Dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar.” Sokrates berkata, “Jika semua orang yang telah engkau perlakukan dengan salah engkau ijinkan untuk menghukum dirimu, pasti engkau akan segera meninggalkan kezaliman ini.”

Orang yang takjub kepada dirinya sendiri, dia melihat di dalam dirinya sesuatu yang lebih indah dari kenyataannya -walaupun sebenarnya dia sangat lemah lalu dia bergembira karenanya.

- Sokrates -